Tuesday, 28 April 2015

[Cerpen] Eyang







(Novia)

Belum lagi gema suara Papa hilang, aku sudah tak sanggup lagi menahan debar-debar tak teratur yang mendadak muncul dalam dadaku. Eyang Kakung akan tinggal di sini? Di rumah ini? Aku hanya sanggup terhenyak. Ketika tanpa sengaja kutatap Mama, wajah Mama tak menampakkan perubahan apa-apa. Tetap tenang dan teduh seperti biasanya.

�Mungkin kenyamananmu akan berkurang, Vi...�

Aku tersentak mendengar suara Papa. Kutatap laki-laki itu.

Baca selengkapnya �

No comments:

Post a Comment