Thursday, 9 April 2015

[Cerpen] "Diaz, Aku Hamil..."





Begitu aku turun dari mobil, Tyas segera menyeretku masuk ke kamar, kemudian menguncinya baik-baik. Aku menatapnya, bertanya, tapi yang kutemui hanya wajah yang pias dan mata seolah bendungan airmata yang siap runtuh.

�Ada apa, Ma?� tanyaku, akhirnya.

Tyas tak menjawab, hanya menghambur begitu saja padaku. Ia memelukku erat dan menumpahkan tangisnya di dadaku. Aku hanya bisa balas memeluknya sembari menumpuk tanya dalam hati. Kubiarkan ia menuntaskan tangisnya sampai puas. Ketika saat itu tiba, ia pun mengucap di sela-sela sisa isaknya. Terbata-bata.

Baca selengkapnya �

No comments:

Post a Comment